Senin, 18 Februari 2019

6 Cara Tepat Mencegah DBD di Rumah


"Hujan, tak hanya meninggalkan kenangan, tapi juga genangan yang paling disukai nyamuk."


Banyak yang bilang kalau hujan itu terdiri dari kamu dan kenangan, tapi bagi saya selain itu hujan juga meninggalkan genangan. Iya, genangan tersebut ternyata bisa menjadi tempat bertelurnya nyamuk yang kerap terkenal dengan nama Ae.aegypti, merupakan nyamuk yang menyebarkan wabah penyakit DBD. 



Sering mendengar DBD, namun baru berkenalan DBD lebih lanjut saat Mama saya sempat terkena DBD dengan trombosit yang sangat rendah, entah terjangkit penyakit itu kapan dan dimana? Saya kurang paham, tapi ciri-ciri terkena DBD gak melulu tubuhnya ada bintik merah, karena saat itu kondisi Mama saya hanya demam dan saat mau makan apapun itu rasanya pahit, jadi gak pernah kepikiran kena DBD. Beruntung hal tersebut bisa ditangani dengan cepat dan Mama bisa kembali pulih seperti sedia kala. Intinya sih DBD bikin baper.

Nah, beruntung 7 Februari yang lalu saya menghadiri talkshow dengan tema DBD Bikin Baper bareng Kemenkes di kantorkuu Coworking Space, menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu dr Siti Nadia Tarmizi MmEpid (Dir P2pTVZ) dan dr Gia Pratama yang merupakan dokter sekaligus influencer. Mereka memaparkan mengenai permasalahan DBD. 

Ternyata nyamuk kecil yang bernama Ae.aegypti itu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Hal tersebut dapat dilihat di akun sosial Kemenkes RI yang mengatakan jumlah kasus per tanggal 3 Februari 2019 adalah sebanyak 16.692 kasus dengan 169 orang meninggal dunia, kasus terbanyak itu terjadi di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT dan Kupang.

Nyamuk dengan warna hitam dan loreng putih ini, biasanya mengigit sekitar jam 09.00 - 10.00 wib dan jam 16.00-17.00 wib, untuk itu waspadai di jam segitu. Disela-sela acara tak disangka kedatangan Ibu Menteri kesehatan loh, beliau pun ikut memaparkan betapa jahatnya si nyamuk Ae.aegypti


Cara Tepat mencegah DBD, yaitu :


1. Melakukan 3M
Lingkungan rumah dan sekitar tempat tinggal harus bersih, setidaknya mengurangi perkembangan nyamuk Ae.aegypti dan Ae. albopictus, teman-teman bisa melakukan 3 M, yaitu Menutup, Menguras dan Mengubur atau Mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai, misalkan di rumah banyak botol bekas air mineral, ketimbang bertumpuk, baiknya didaur ulang bisa menjadi vas bunga, bahkan dijadikan Larvitrap

Lavirtap merupakan wadah bagi nyamuk untuk menempatkan telur nyamuk, jadi dengan adanya lavirtap ini setiap dua hari sekali teman-teman bisa membuang telur nyamuk ke tempat yang panas dan pastinya bisa memutus tali rantai kehidupan nyamuk. Pemberantas sarang nyamuk harus tepat dan fokus pada sasaran air yang gak berhubungan langsung dengan tanah.

Membuat Lavirtap ini sangat mudah, seperti saat acara talkshow saya pun belajar membuat Lavirtap dengan bahan botol bekas air mineral, steples, kantung plastik hitam, kain tile hitam, lakban hitam dan gunting. 

2. Menjadi Jumantik Seminggu Sekali
Jumantik merupakan juru pemantau jentik, jadinya teman-teman harus rajin memantau  dan memastikan tidak ada jentik nyamuk di pembuangan kulkas,  bak kamar mandi atau penampungan air, tempat minum burung, tatakan pot bunga, bawah tatakan dispenser, di selokan dan di barang bakas seperti ban mobil, botol bekas air meneral. Intinya sih harus rajin mengecek dan membersihkannya semingu sekali.Karena satu jentik betina berubah menjadi nyamuk dewasa sekitar 12-14 hari dan nyamuk betina itu bertelur sekitar 100-150 butir telur, kebayang kan kalau di rumah kita ada banyak jentik nyamuk yang dengan bebas tinggal di rumah.

3. Mengantungkan Baju
Baiknya menghindari menggantungkan baju yang sudah dipakai di gantungan kamar, karena apapun yang digantung pastinya menyakitkan, eeeh. Maksudnya hal tersebut bisa menjadi tempat yang nyaman buat nyamuk-nyamuk beristirahat dan nyamuk itu suka aroma keringat manusia loh. Untuk itu menyimpan baju yang kotor baiknya di dalam tempat tertutup.

4. Pola Hidup Sehat
Lagi-lagi kita harus mengusung gaya hidup sehat, biar tubuh fit dan gak gampang kena penyakit, dengan pola makan yang sehat dan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup dan rajin minum air putih, tak lupa menjaga kondisi rumah dan lingkungan sekitar agar bersih dan bebas nyamuk.

5. Menanam Tanaman yang Ditakuti Nyamuk
Pasti tau kan, kenapa obat nyamuk menggunakan beberapa tanaman yang gak asing lagi, seperti lavender, serai maupun kayu putih, jadi ternyata itu merupakan tanaman yang ditakuti nyamuk loh. Jadi selain ketiga itu ternyata ada bunga tahi kotok, krisan, kenanga, zodia, tembelekan dan serai wangi. Walaupun ada tanaman yang ditakuti nyamuk, teman-teman juga bisa menggunakan lotion anti nyamuk yang beredar luas di pasaran. 

6. Memelihara Ikan
Untuk mengusir nyamuk, teman-teman juga bisa memelihara ikan yang memang pemangsa nyamuk, seperti ikan cupang, karena ikan cupang merupakan predator alami yang membantu memusnahkan jentik nyamuk. 


Buat teman-teman yang terkena penyakit DBD, baiknya istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, perbanyak konsumsi buah yang mengandung air seperti melon atau jus jambu merah, kemudian minum obat demam, apabila kondisi belum juga membaik segera ke dokter, karena lebih cepat ditangani itu lebih baik. Lingkungan yang sehat dan gaya hidup sehat mampu mencegah DBD loh. Semoga bermanfaat.

BACA JUGA : CARA PUTUS HUBUNGAN SAMA NYAMUK

3 komentar:

  1. Lebih baik mencegah ya kak, karena memang sehat itu mahal sekali. Dimusim hujan kayak gini si nyamuk lagi pesta pora nih, tapi kita masih bisa mencegahnya.

    BalasHapus
  2. terimakasih informasinya, jadi bisa mencegah kasian si kecil

    BalasHapus
  3. Serem bgt dbd ini hikss
    Moga2 kita semua terlindungi
    Yes mending tindakan preventif deh y

    BalasHapus