Kamis, 13 Agustus 2026, saya datang ke Hotel Novotel Semarang di Jalan Pemuda. Tujuannya bukan sekadar menghadiri sebuah acara, tetapi mengikuti diskusi yang temanya terasa dekat dengan keseharian saya sebagai orang yang juga berkecimpung di dunia konten kreator.
Acara tersebut adalah Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Viral Boleh, Hoaks Jangan! Efek Hukum Konten Misleading Influencer & Media.”
Dari namanya saja, topik ini sudah terasa relevan dengan kehidupan kita hari ini. Hampir setiap hari kita melihat sesuatu yang viral di media sosial. Ada video yang tiba-tiba muncul di TikTok, potongan informasi yang beredar di WhatsApp, unggahan Instagram yang ramai dibicarakan, sampai berita yang kemudian dibagikan ulang oleh banyak akun. Kadang kita langsung percaya dan ikut membagikan, tanpa mengetahui informasi yang dibagikan itu benar atau hoaks.





