Re-Branding Wajah Koperasi di Era Mileneal

Apasih yang teringat saat dengar Koperasi?

"Tempat simpan pinjam."
"Tempat ngutang duit."
"Koperasi itu KUD yang ada di kampung-kampung."
"Koperasi yang petugasnya bapak-bapak itu, kan?"

Apapun itu ternyata koperasi saat ini memang terkesan jadul dan kecil, karyawannya juga bapak-bapak, bahkan jika ditanya kantor koperasi dimana? Alamaak! Pasti bingung banget dong! Soalnya koperasi itu keberadannya pasti di pelosok, beda dengan kantor perusahaan swasta yang biasanya kantornya memilih lokasi strategis dan terlihat sangat mencolok. Selain lokasi, ternyata wajah koperasi yang suram di masa lalu turut andil membuat koperasi saat ini perlahan mengilang. 

Apalagi di era milleneal seperti ini, koperasi pelan-pelan semakin menghilang, seolah generasi muda, enggan menyentuh koperasi, padahal hanya di koperasilah yang membagi hasil ke konsumennya, sehingga hal itulah yang pada akhirnya membuat koperasi harus melakukan re-branding, agar bisa merubah persepsi koperasi secara umum.


Menyambut hari sumpah pemuda, Kemenkopukm mengenggelar diskusi santai masa depan dan rebrading koperasi di era milenial di auditorium Kementrian Koperasi dan UKM RI, Kuningan, Jakarta (27/10/2017). Acara tersebut dihadiri oleh Pak Suroto. 



Koperasi  adalah untuk kepentingan masa depan. Koperasi ingin memperbaiki keadaan saat ini dan di masa datang agar lebih baik. Jadi mempercayai koperasi harus mempercayai generasi, karena mereka itulah keniscayaan.

Pak Suroto sendiri menjelaskan bahwa koperasi memiliki nilai-nilai penting yaitu, didasarkan pada nilai menolong diri sendiri, tanggungjawab sendiri, demokrasi, persamaan, keadilan dan solidaritas. Sementara nilai etis tradisi para pendiri yaitu, kejujuran, keterbukaan, tanggungjawab sosial, peduli terhadap orang lain.

Sementara re-branding menurut Muzzellec dan Lambkin (2005) adalah menciptakan nama baru, istilah, simbol, design atau suatu kombinasi semuanya untuk suatu brand dengan tujuan mengembangkan deferensiasi, atau posisi baru di dalam pikiran dari stakeholder dan pesaing.

Re-branding adalah usaha untuk mengubah citra brand kembali ke tujuan semula agar lebih sukses sehingga persepsipun akan sampai pada taraf yang diinginkan perusahaan / organisasi
Re-branding koperasi sesungguhnya  tidak bisa hanya dilakukan dengan hanya membangun citra koperasi kembali melalui kegiatan pengiklanan, tapi harus dibangun  secara efektif sebagai mesin reputasi.

Koperasi harus kembali digali urgensinya, diangkat nilai-nilai dan prinsipnya sebagai basis keunggulan, dan didesiminasi praktek-praktek terbaiknya dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat  dan ditransmisikan dari generasi ke generasi. 


Peran Pemuda, Pemuda harus merebut, wacanakan koperasi sebagai nilai-nilai besar dengan bentuk kelompok-kelompok epistemik dan menjawab kebutuhan-kebutuhan riel sehari-hari melalui koperasi. Tapi sayang saat ini untuk mendirikan koperasi itu salah satu syaratnya harus minimal 20 orang, mungkin agar lebih ringan mengeluarkan biaya untuk didaftarkan di notararis.

Semoga juga ada brand ambasador koperasi, tapi yang benar-benar paham koperasi, hadir untuk sama-sama berkontribusi agar koperasi lebih baik lagi dan akrab dengan generasi muda. Dengan begitu koperasi gak akan dibilang keterbelakangan atau kisah masa lalu, karena koperasi merupakan aset yang berharga dan memiliki nilai ekonomi yang sangat baik. 

Pada Perserikatan Bangsa-Bangsa tanggal 2009 lalu atas prakasa 55 negara ditetapkan bahwa tahun 2012 sebagai Tahun Koperasi Internasional (IYC-2012) dan pada sidang umum PBB tanggal 26 Desember 2016, koperasi ditetapkan sebagai warisan budaya bukan benda (intangible herritage). Sebuah pengakuan penting dunia bahwa koperasi bukan hanya menjadi alternatif, tapi menjadi alternatif bagi dunia yang lebih baik. 

Pemikir Koperasi Awal

Robert Owen : New Lanmark/ New Harmony dan membagi hari menjadi tiga bagian : 8 jam bekerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi/keluarga

Charles Fourier : Phalanstere/Apartemen dengan membagi tiga bagian untuk aktifitas sosial, kerja dan istirahat  dan lepaskan feodalisme

F.W Raiffisien :  Koperasi Kredit untuk cegah ketergantungan politik, sedekah dan rentenir dengan self-help, selp-responsibility, self-goverment

Konsep Koperasi

Konsep koperasi sebagai people-based association adalah wujud nyata dari konsep demokrasi ekonomi. Koperasi itu tidak anti pasar, tapi ingin kelola pasar secara adil dengan hubungankan masalah kepemilikkan dan kontrol. Koperasi ingin hubungkan pasar dengan masalah kepemilikkan.

Dalam konsep koperasi, modal sosial (social capital) itu tidak given tapi enhence, koperasi itu bertujuan mempertinggi nilai kerjasama dan merupakan konsep organisasi yang tidak bebas nilai.

Model Koperasi

Koperasi konsumen (Consumer Co-op) : Pemilik toko adalah para pelanggan
Koperasi kredit (Credit Union)/Co-operatives Bank  : bank milik nasabah
Koperasi asuransi (Mutual /co-operatives Insurance)
Koperasi Produsen (Produser co-op): kontrol kualitas, efisiensi dan bargaining
Koperasi Pekerja (Worker co-op) : Pekerjanya adalah pemilik perusahaan
Koperasi multipihak (multistakeholder co-oeraitve)
Koperasi model Baru  : Koperasi pemakaman, daur ulang, pelatihan kerja, sekolah, Jasa marketing dll

Arti penting koperasi

Koperasi adalah anasir pendidikan yang baik untuk memperkuat ekonomi dan moril, karena koperasi berdasar atas dua sendi, yang satu sama lain saling memperkuat. Sendi yang satu itu ialah solidarita, setia kawan, dan individualita, keisyafan akan harga diri. (Hatta).

Koperasi ialah membangun suatu orde altruis dan adil diatas dasar keserakahan manusia (Levergne).

Sementara koperasi memiliki prinsip-prinsip, yaitu :

1. Keanggotaan Sukarela dan Terbuka
2. Pengendalian oleh Anggota Secara demokratis
3. Partisipasi Ekonomi Anggota
4. Otonomi dan Kebebasan
5. Pendidikan, pelatihan dan informasi
6. Kerjasama antar koperasi
7. Kepedulian terhadap komunitas (Lingkungan)

Semoga saja dengan adanya re-branding wajah koperasi saat ini, menjadi wajah yang bersahabat untuk generasi mileneal, dan sebagai generasi muda, sudah saatnya kita mewujudkan koperasi yang lebih baik lagi, karena koperasi merupakan aset yang harus dipertahankan, kalau bukan kita, siapa lagi?


Komentar